Sabtu, 08 Juni 2013

part sekian

aku takut setiap pagi aku harus menyisir rambutku..
rambut yang mulai rontok sedikit demi sedikit, sampai mama bingung setiap kali melihat sisir yang aku pakai penuh rontokan rambut..
aku lebih memilih untuk tidak menyisirnya hingga kusut,
walaupun aku tahu penyakit ini mulai menggerogoti tubuhku setelah doktor memvonisku dengan sebuah penyakit.

aku bener-bener nggak mau lihat kekasihku sedih, aku harus kuat. aku bisa kalahin penyakitku. nggak ada yang bisa jatuhin aku. karena Alloh selalu bersamaku.
aku selalu sembunyiin treatment yang harus aku lewati. suntikan demi suntikan yang menembus kulitku. bahkan harus berpindah tempat untuk mencari nadiku. demi cairan-cairan yang harus masuk ke dalam tubuhku setiap minggunya. karena aku nggak mau liat orang yang aku sayang ngeliat aku kesakitan seperti saat ini. aku mau dia selalu melihatku baik-baik aja.

Tapi sakit ya alloh..  demi apapun ini sungguh sakit.. terlebih saat penyakit ini kambuh, kepalaku rasanya seperti ditembus oleh duri-duri yang mulai bersarang di kepalaku..
Jangan Kau biarkan aku hidup di alam drama ini ya Alloh.. Jangan Kau biarkan aku menjadi orang yang takut kehilangan segalanya..

Iya, takut kehilangan semua, kehilangan keluargaku, kekasihku, semua orang-orang yang aku sayang..
Hingga akhirnya aku berubah menjadi sosok yang pemarah, yang seakan takut saat kekasihku berada jauh dariku.
Takut ada seseorang yang bisa lebih bahagiain dia daripada aku,
Takut saat aku harus melihatnya pergi dari aku.
atau mungkin aku takut harus ninggalin dia selamanya.

Caraku salah, aku memang salah dan memang salah di mata dia.
Marahku, egoisku, negatif thinkingnya aku, semua itu.. semakin membuatnya marah muak jenuh atau mungkin benci dengan ku. yang hingga akhirnya dia pergi ninggalin aku.
Ya alloh.. kenapa? cuma satu kata : 'kenapa' yang mampu mewakili ribuan pertanyaan yang ada di pikiran.
Kenapa dari semua orang yang mempunyai kesempatan untuk mencintai aku, nggak ada satupun dari mereka adalah dia?
Kenapa dari semua orang yang beruntung yang bisa aku cintai, nggak ada dia disitu?
Kenapa nggak satupun pengorbananku yang mampu membuat dia mengerti aku mencintai dia?

Ya alloh............
Kau tahu cepat atau lambat aku akan kembali padaMu
aku hanya berharap ambil saja nyawaku sekarang,
sebelum aku melihatnya dengan orang lain
ambil saja aku sekarang,
daripada aku harus diberi ingatan bahwa dia sangat membenciku.




                                                    



Tidak ada komentar :

Posting Komentar